top of page

PENGERTIAN SIMBANET LINK

PENGERTIAN Simbanet Link

Iadalah sytem mempermudah anda untuk membangun aset dari pengeluaran menjadi penghasilan anda. System ini bersifat flexible dalam merancang aset anda di jaringan online. System akan berjalan bilamana anda membeli produk yang dilaunchinngkan oleh system ini. Pembelian produk cukup 1 x untuk membentuk aset anda secara legal. Pemesanan produk dapat dipesan melalui Simbanet link, anda tidak diharuskan membentuk jaringan apalagi menjual produk ini  karena system ini secara otomatis akan mengeset anda kejaringan online.

Ketika orang kedua,ketiga,….dst berbelanja di toko Simbanet link maka Simbanet link akan memberitahukan kepada anda lewat sms untuk mentransfer bonus kepada anda lewat no rekening anda yang sudah terdaftar di system ini. Dan ini akan berkelanjutan sampai dengan anda terseting dibisnis jarigan online lainnya, tentunya penghasilan anda akan bertambah. Untuk jaringan anda akan terbentuk secara otomatis membentuk generasi-generasi yang mana akan menciptakan mesin pencetak uang untuk anda. Disystem ini tidak ada money game yang ada pembagian keuntungan dari hasil penjualan produk di toko simbanet link.

Dibawah ini adalah salahsatu bisnis online yang akan menjadi pathner Simbanet link adalah PAYTREN bisnis jaringan yang mengubah pengeluaran/tagihan anda menjai  income untuk anda bisnis jaringan ini membutuhkan banyak orang untuk membentuk income pasif anda tapi jangan khawatir Simbanet link akan secara otomatis membentuk jaringan anda secara seimbang dalam mengeset jaringan anda tentunya ini akan bisa melewati tahapan-tahapan yang ditentukan oleh bisnis jaringan yang bersangkutan..

Silahkan  anda mencoba ketangguhan system ini dan tentunya kita berikhtiar dan bersabar dalam melakukan proses ini  Team Simbanet link mengucapkan terimakasih atas waktu anda dan selamat menentukan kesuksesan anda.

​

Selamat Datang Di Sentra Industri Kerupuk Indramayu

Sentra Industri Kerupuk semua berawal dari desa Kenanga Indramayu yang terletak di pesisir utara Jawa Barat tak hanya terkenal sebagai daerah penghasil ikan laut,
tapi juga sebagai produsen kerupuk ikan. Sentra industri makanan ringan ini terletak di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang. Ada sekitar 30 pabrik kerupuk di sentra tersebut. Pemasarannya hingga ke luar Pulau Jawa.
 Dari plang ini, jarak pusat pembuatan kerupuk itu tinggal 200 meter saja. Kalau Anda menumpang kendaraan umum, pilihannya hanya tiga: ojek motor, becak, atau jalan kaki. Maklum, tidak ada angkot masuk ke Desa Kenanga. Tanda Anda sudah berada di kampung pembuatan kerupuk sangat mencolok. Di kanan-kiri jalan banyak jemuran kerupuk mentah warna-warni. Kerupuk-kerupuk itu tidak hanya memenuhi halaman pabrik, tapi juga pekarangan sekolah. SD Kenanga I, misalnya. Setelah bubaran jam sekolah, halaman sekolah ini menjadi lahan pengusaha menjemur kerupuk-kerupuknya.
Kerupuk, camilan yang biasanya menjadi teman nasi, juga lahir dari tangan-tangan terampil warga Desa Kenanga, Indramayu. Lokasinya, tak jauh dari Terminal Sindang. Sekitar lima menit berkendara ke arah Selatan akan tampak plang di kanan jalan bertuliskan Sentra Industri Andalan Kerupuk Desa Kenanga
Saeni, pemilik usaha kerupuk Cap Dua Gajah, merupakan orang pertama yang membuka usaha pembuatan makanan ringan itu di Desa Kenanga. "Tahun 1980, saya membuka usaha pembuatan kerupuk ikan secara kecil-kecilan," katanya kepada KONTAN.
Sebelum terjun ke usaha pembuatan kerupuk, Saein bekerja sebagai kontraktor. Ia kemudian diajak kakak iparnya yang jago membuat kerupuk untuk berkecimpung dibisnis itu.
Awal mendirikan usaha pembuatan kerupuk, Saein hanya punya tiga pekerja.
Ia memakai ikan manyung sebagai bahan baku utama kerupuknya.
Seiring waktu berjalan, tujuh usaha serupa tumbuh di Desa Kenanga. Menurut Saein, para pengusaha kerupuk baru itu dulu bekerja di pabriknya.
Tidak hanya jumlah pengusaha yang bertambah, varian kerupuk juga kian beragam. Bahkan, mereka mencoba membuat kerupuk udang. Namun, usaha kerupuk udang itu hanya bertahan sebentar. Pada 1988 usaha ini mati karena sulit mendapat bahan baku udang api. "Sudah banyak yang buat tambak udang windu, tapi harganya mahal dibandingkan udang api," tutur Saein, 59 tahun.
Usaha pembuatan kerupuk di Desa Kenanga kian marak sejak 1990. Sampai sekarang, Saein menghitung ada sekitar 30 pabrik kerupuk, mulai dari kerupuk ikan, jengkol, sampai bawang putih.
Tapi, Saein tetap memproduksi kerupuk ikan. Ia membeli ikan manyung dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Indramayu. Jika pasokan dari Indramayu sedikit, ia mendatangkan ikan manyung dari Jawa Tengah dan Kalimantan.

Dalam sehari, Saein mengolah 2 ton ikan manyung. Di tangan 100 pekerjanya, ikan-ikan manyung itu menjadi tiga ton kerupuk ikan, yang mereka jual ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Sementara itu, Tomo, pemilik kerupuk Cap Kijang, satu-satunya produsen kerupuk jengkol dan bawang putih di sentra ini, melogo produknya sampai ke Palembang. Tiap bulan, ia memasok kerupuk jengkol dan bawang putih ke Sumatra hingga 36 ton.
"Untuk semua daerah, penjualan saya bisa mencapai 75 ton per bulan," ujar Tomo yang sudah membuka usaha pembuatan kerupuk selama 25 tahun.Mulanya, Desa Kenanga populer sebagai penghasil kerupuk ikan. Seiring perkembangan zaman, produsen juga membuat kerupuk berbahan baku utama udang, bawang putih, dan jengkol. Dari memproduksi camilan ringan ini, pembuat kerupuk di sentra itu bisa mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah sebulan.
Sejak tahun 1990, sentra pembuatan kerupuk Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Indramayu tidak hanya memproduksi kerupuk ikan. Para produsen kerupuk di desa ini juga membuat aneka kerupuk dengan bahan baku lain, yakni udang, jengkol, dan bawang putih.
Ada pengusaha yang hanya membuat satu atau dua jenis kerupuk. Namun, ada pula yang membikin empat jenis kerupuk sekaligus. 
Sidik, contohnya. Hanya, "Saya paling banyak memproduksi kerupuk bawang putih. Dalam sehari, saya produksi 2,5 kuintal," kata pria berusia 35 tahun yang sejak 1998 membuat kerupuk dengan merek Trisna Jambal.
Sidik mendapat pasokan bawang putih dari Pasar Jatibarang, sekitar satu jam dari Indramayu. Harganya Rp 15.000 per kilogram. Kerupuk bawang putih buatan Sidik terdiri dari dua bentuk: sisir dan stik, masing-masing harganya Rp 7.000 dan Rp 8.000 per kilogram. 
Ia menjualnya ke Jatibarang, Patrol, dan Cirebon. Saban bulan, Sidik yang mempekerjakan 15 karyawan memperoleh omzet hingga Rp 100 juta.
Pendapatan pengusaha kerupuk di sentra Kenanga memang tidak main-main. Saein, pemilik kerupuk Cap Dua Gajah, bisa mengeruk omzet hingga Rp 500 juta lebih per bulan.
Per hari, Saeni yang hanya membuat kerupuk ikan bisa memproduksi tiga ton camilan ringan ini. Kerupuk ikan berukuran besar,
Saeni yang merupakan pelopor pembuat kerupuk di Desa Kenanga menjual aneka kerupuk ikannya ke seantero wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Menurut Saeni yang memiliki pabrik seluas 5.000 meter persegi di sentra ini, proses pembuatan kerupuk tidak terlalu sulit. Langkah pertama adalah menyiapkan bahan baku, yakni ikan manyung, tepung tapioka, garam, gula, dan penyedap rasa. "Awalnya, ikan manyung difilet, tulang dan daging dipisahkan," kata lelaki 59 tahun ini.
Daging ikan manyung lantas digiling dan dicampur dengan garam, gula, dan penyedap rasa hingga merata. Kemudian, adonan dimasukkan ke dalam cetakan. "Baru ditaruh di langseng dan dikukus satu hingga satu setengah jam," ujar Saeni. Jadi dalam menyusun asset kita masing-masing kuncinya hanya ada di system Simbanet Link dalam merintis suatu usaha biarpun kita hanya mempunyai modal yang sangat minim, Jika kita mempunyai Modal dasar cuma Rp. 300,000,- beli saja kerupuk dan biarkan system akan membentuk asset anda setelah terbentuk itu pasti ada konfirmasi keanda dari system tersebut, sangat simple engga usah jutaan, engga usah puluhan juta ingat "PRINSIP EKONOMI DENGAN MODAL KECIL KITA DAPAT KEUNTUNGAN YANG BESAR"  USAHAWAN PERINTIS YANG DAPAT MERUBAH DUNIA

SIMBANET LINK MEMBANGUN PENGHASILAN ANDA.....Semoga Informasi data saya bermanfaat bagi kita semua :) ......
 

Simbanet Link Business Plan (SLBP)

 

Selamat datang di Simbanet LinkMenyediakan peluang bisnis terbaik dan produk - produk berkualitas. Kami percaya Anda dapat mewujudkan impian dan meraih sukses bersama kami. 

SLBP adalah program yang mengatur rencana pembangunan ASSET bagi hasil yang menghasilkan INCOME besar.
SLBP ibaratkan PETA (MAP) yang akan menuntun kita bagaimana berbisnis yang benar.
SLBP memberikan sebuah gambaran bisnis yang jelas antara hak dan kewajiban seorang dalam membangun atau meningkatkan penghasilan

KONSEP SISTEM BISNIS SLBP

  • Pengembangan usaha yang berbasis bagi hasil menggunakan sistem KATALISATOR alias mempercepat proses pembentukan asset tanpa batas tapi terukurdan tidak merusak sistem yang sudah berjalan.

  • Hasil pengembangan ditempatkan atau diteruskan dalam sistem pencangkokan sistem lain yang saling menguntungkan dan secara otomat terseting di bisnis jaringan lain tanpa mengeluarkan modal lebih.dan akan berefek kepada income yang besar.

  • Menjaga keseimbangan 3 PILAR bisnis yaitu Produk, Sistem Bisnis dan rekanan bisnis Jaringan lainnya melalui praktek lapangan yang benar

  • Mencapai tahap Kemandirian dalam berbisnis (You Are Boss in Your Own Business)

© 2023 by Marketing Solutions. Proudly created with Tabri Sugandi

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon
  • Pinterest Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • Twitter Clean
  • Google+ Clean
  • Facebook Clean
bottom of page